Tampilkan postingan dengan label Being Mom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Being Mom. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2025

Cerita tentang Asi Eksklusif (part 1)

 Yang aku tahu, asi eksklusif itu sangat penting untuk bayi baru lahir.

Maka secara naluri pada waktu itu seingatku yang aku ingin adalah aku ingin mengupayakan yang terbaik untuk anakku.

Aku ingin anakku mendapatkan asi eksklusif.

Tapi keinginan yang kuat saja tidak cukup, untuk sekedar ingin memberikan asi eksklusif pada anak sendiri saja ternyata banyak sekali tantangannya.

Asi eksklusif ini nutrisi sempurna untuk bayi baru lahir.
ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dalam 6 bulan pertama.
Protein, lemak, vitamin, dan antibodi yang secara ajaib, kuasa dari Tuhan, dalam komposisi yang selalu pas otomatis menyesuaikan usia bayi.

Tapi disaat tubuh rasanya sangat lemah, karena baru saja mengandung 38 minggu, baru saja bayi itu dikeluarkan dari tubuh, gerak susah, ingin tidur miring susah, lemah, mau duduk saja perlu bantuan, dll, ada saja orang-orang yang sounding-sounding tentang pemberian nasi atau pisang jika bayi yang masih merah ini menangis.

Dengan kondisi tubuh selemah itu, jangankan membantah, rasanya sangat sulit mencerna omongan-omongan tentang pemberian makanan pada bayi baru lahir ini.

Kolostrum (ASI pertama yang kental dan kekuningan) kaya antibodi. Lagi-lagi bagiku ini adalah keajaiban dari Tuhan. Tubuh seorang ibu bisa mengeluarkan zat yang membantu melindungi bayi dari infeksi, diare, dan pneumonia.

Tapi ketahuilah banyak ibu tak kuasa membiarkan bayinya bisa mendapatkan ini atau mencegah kolostrum ini terbuang mubazir.

Maka ku usahakan mati-matian anakku harus dapat.

Ternyata rasanya beneran mati-matian.

Bagi ibu proses pemberian asi ini juga membantu pemulihan setelah melahirkan. Hormon oksitosin yang keluar saat menyusui membantu rahim berkontraksi dan mengurangi perdarahan.

Tapi di aku pada waktu itu, ada efek samping lain pasca melahirkan yang meskipun aku merasa sangat bahagia bisa memberikan asi secara langsung, ternyata ada tantangan lain yang harus aku hadapi.

Kepalaku pusing hebat sampai-sampai aku rasanya tidak bisa duduk.

Suatu ketika saat kupaksakan menyusui dengan sempurna duduk, aku muntah hebat sampai rasanya aku lemas tidak kuat, Bahkan muntahannya juga sampai kena ke anakku yang usianya baru dua hari.

Setelah itulah usahaku untuk memberikan asi eksklusif pada anakku jadi makin arrrgh, apa ya istilah yang tepat.

Karena aku masih sering muntah, orang-orang yang tidak tega menyarankan untuk memberikan susu formula saja pada anakku. Behh. Aku menolak.

Maka dengan segala hal yang tidak ku ketahui sebagai ibu baru, aku mencoba memberikan asi kepada anakku melalui dot. Aku pumping.

Wallahi, amat sangat tidak mudah dan sungguh saya benar-benar tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu kalau rasanya sungguh tidak nyaman.
Tapi daripada anakku nanti diberi sufor, pumping akan ku usahakan.

Sudah susah, gak nyaman, repot, badan masih gak karuan, tumpah lah susu hasil pumping itu.

Allahu akbar.

Kemudian nampaknya ditambah segala kerumitan ini, aku muntah-muntah lagi sampai tidak berdaya.

Aku tak kuasa melihat orang-orang disekitarku merembukkan tentang sufor apa yang akan diberikan pada anakku.

Dalam hati aku hanya bisa berkata, "Ya Allah aku harus segera kuat, setelah ini akan ku susui lagi anakku".

Alhamdulillah tidak lama setelah itu, aku lumayan sudah kuat dan tidak mengalami komplikasi muntah-muntah lagi sehingga diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. 

Namun ternyata pemberian sufor melalui dot saat aku muntah-muntah sampai tidak berdaya itu memberikan tantangan lebih-lebih lagi.

Ketahuilah ini ditulis saat sudah lebih dari 7 tahun lewat dan aku masih ingat betul stresnya.

Rabu, 26 Juli 2023

Cerita tentang Membacakan Buku untuk Anak

Pagi ini sharing dengan adek kos yang lagi hamil. Masyaallah perasaan baru kemarin aku menemukan dia di kamar kos sendirian, dengan wajah imut seperti baru lulus smp, malu untuk keluar kamar kos karena masih baru banget merantau di Surabaya. Bagaikan anak gadis keluar dari cangkangnya dia hanya terduduk dan menatap tembok kamar kosan berukuran kurang lebih 3m x 2m. 🀣

Sekarang sedang hamil besar, semoga nanti lahirannya lancar. 

Dia cerita kalau sudah sering membacakan buku untuk si kecil meskipun masih di dalam perut. Wow Amazing

Aku langsung flashback mengingat kembali masa kehamilan, "apakah aku pernah membacakan buku untuk anakku saat hamil ?" oow tidak pernah πŸ˜† tapi dia otomatis ikut mengerjakan tesis.. maaf ya nak πŸ˜† udah banyak sekali insyaallah 

Dan kita jadi ngobrolin tentang bacain buku ke anak meskipun dia masih bayi banget. 

Bukunya Afnan pas bayi banget apa ya ? 

Dia punya 1 buku bantal yang dia kelihatan serius banget bacanya 🀣

Sebagai ibu rumah tangga full pada waktu itu, aku kadang juga vidcall an sama adek kos ini, dan pernah pas vidcall anakku lagi sibuk banget buka-buka buku 🀣 buku apa aja dia penasaran banget, mulai majalah bulanan dari lazis sampek buku soal-soal tes cpns πŸ˜‚πŸ€£

Ya Allah.. 

Baru aku jadi coba-coba beli boardbook di marketplace oren.. Ternyata ada bagus-bagus terbitan mizan..

Boarbook pertama Afnan judulnya "kisah Nabi Muhammad SAW" terus kisah Nabi Daud, kisah Nabi Isa.. 

Wah kok bagus ya, tapi kalau pengen satu seri jadi harus beda-beda toko dengan berbagai lokasi.. 

Hmmm 

Sampai akhirnya lihat story temen, bukunya satu set.. Kok bagus.. dan bisa dibaca pakai e pen.. Hmmm sangat menarik.. dan long story shor akhirnya beli deh Halo Balita sama e pen.. Eh arisan ding.. Alhamdulillah.. Sampai sekarang masih bermanfaat banget bukunya.

Selasa, 25 Juli 2023

Tidak Ada Ibu yang Sempurna

 Kita semua memang bukan ibu yang sempurna,

tapi kitalah ibu terbaik untuk anak kita.


Sebagai ibu kita sering disalahkan banyak orang,

padahal tanpa disalahkanpun kita sudah sering menyalahkan diri sendiri.

Meskipun begitu, kita tetap berusaha menjadi ibu yang baik untuk anak kita.


Ingat kita telah berusaha kuat dan terus belajar selama ini.

Telah banyak kejutan yang kita temui di masa new born, mengAsihi, sapih, mpasi, balita, dst.

Insyaallah kedepan masih banyak petualangan dan hal yang harus kita pelajari sebagai orang tua.


Ternyata memang menjadi orang tua bukan perkara mudah.

"Tuhanku, ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil"




Minggu, 02 Juli 2023

Kenapa Ibu-Ibu Suka Pusing Kalau Anaknya Kebanyakan Screen Time ?

"Kenapa sih anaknya minta hape aja gak dibolehin ? daripada nangis mending kasih aja"

Kebanyakan ibu pasti bakalan sebel kalau dapat pernyataan itu, 

karena dia sudah dan sedang berupaya menjaga supaya anaknya gak kebanyakan screen time.

Screen time bukan hape aja, ya tablet, ya tv, laptop, pc juga.


Kenapa ?

Banyak alasannya, bisa jadi karena :

-takut anaknya kecanduan gadget

-khawatir kesehatan mata anak


iya dong, kalau buat anak kecil perkara screen time ini bisa merembet kemana-mana, misalnya:

-bisa bikin anak gampang tantrum

-susah makan

-gak bermain / eksplorasi banyak hal karena terlalu sibuk sama screen nya

-bahkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak

anak ku juga sempat terganggu dulu tumbuh kembangnya gara-gara screen time yang kurang tepat ini,

mangkanya aku termasuk ibu-ibu yang agak cerewet perkara layar ini.


Dibilang ego gedhe, jahat, udah pernah.

Gak papa alhamdulillah karena suami kompak sama aku perkara ini jadi aku gak pusing sama omongan orang lain.

Mereka mungkin gak ngerti aja, kalau mengalihkan anak dari layar itu butuh energi dan kesabaran.

Kalau tiba-tiba diminta atau dilarang dijamin 99% nangis, dan tangisan anak itu menimbulkan banyak prasangka negatif dari orang lain kepada orang tua 😁


Paling ampuh biasanya dengan dialihkan:

diajak bermain

diajak membaca buku

diajak mewarnai

keliling komplek

dll


Beneran gak gampang, kadang sebagai orang tua ya kita pasti ada capeknya, ada repotnya, tapi semoga pas kita berupaya demi kebaikan anak kita itu, bisa dinilai kebaikan dan pahala oleh Allah SWT.

ya um ya..

anak happy.. umma juga happy.. πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Sabtu, 16 Januari 2021

Bunda Perlu Refreshing ?

 Asalamualaikum Bunda,

Bagaimana kabar bunda hari ini ?

Alhamdulillah baik 



"Alhamdulillah baik" apakah itu sebuah template jawaban dari pertanyaan "Apa kabar ?"

Karena setiap kita ditanya tentang kabar, selalu begitulah jawabannya.

Bahkan pertanyaan ini seolah hanya basa-basa semata.


Tapi pernahkah bunda mencoba bertanya pada diri sendiri ?
wahai diriku bagaimana kabarmu saat ini ?

terima kasih telah selalu berjuang setiap harinya

mengeluh boleh bun, asal tidak pernah menyerah

istirahat dulu boleh bun, asal tidak pernah pergi untuk seterusnya.


Ketahuilah bisa dibilang, profesi seorang ibu adalah profesi paling multitasking di dunia.

Jam kerjanya tak terbatas. 

Bahkan untuk ibu yang mengasihi pun, malam juga masih bekerja untuk mengasihi bayinya.


Jika di breakdown, mungkin seperti inilah pekerjaan yang ibu-ibu tunaikan setiap hari. 

Begitu bangun bunda langsung memikirkan semua keperluan anggota keluarga, suaminya, anaknya, belum lagi yang tinggal bersama keluarga besar, pasti lebih banyak tugasnya.

memandikan bayi bagi yang punya bayi, mengantar anak ke sekolah untuk anaknya yang sudah sekolah, nanti siang jemput, masak sarapan, menyiapkan bekal, dan seterusnya.

Bagi yang tidak memiliki asisten rumah tangga, pekerjaan bunda ditambah mencuci piring, baju, menjemur, menyetrika, menyapu rumah, mengepel, dan segudang pekerjaan domestik yang tidak ada habisnya.

Jadi profesi ini bisa dibilang profesi paling rangkap jabatan di dunia. Asisten, Pengasuh, Koki, Petugas Kebersihan, Driver, bahkan Guru Les, Menteri Keuangan, Pejabat dalam Negeri, Ibu Negara. 

hehehehe

Sebab itulah refreshing itu penting untuk bunda semuanya.

Orang bekerja di kantor saja ada jam istirahatnya, bunda yang di rumah juga perlu, apalagi bunda yang juga bekerja di kantor, wuh capeknya dan beban kerjanya dobel-dobel ya bun...


Tapi tenang..

semua itu pahalanya sangat besar.. itulah mengapa Surga ada di telapak kaki ibu..

sorry ya bapack-bapack, ini sedang membahas ibun-ibun... 

Maka dari itu, bunda jangan lupa istirahat, rehat sejenak, agar kembali fresh dan siap meraup pundi-pundi pahala lagi.. 

Bapak-bapak.... jika mungkin bapak-bapak perlu main game, atau apapun refreshing halal versi bapak-bapak...

ibu-ibu juga butuh... 
agar kembali lagi energinya, dan sumringah meladeni suaminya...

oke kali ini cukup sekian para bunda... Semangat... tapi jangan lupa stel kendonya.. love you para ibu di seluruh dunia... kalian wanita hebat...

Senin, 26 Oktober 2020

Penyebab Anak Tidak Mau Makan (Berdasarkan Pengalaman Diri Sendiri)

 Barangkali ada ibu-ibu yang sedang pusing karena anaknya sedang tidak mau makan, siapa tau tulisan ini bisa bermanfaat.

Anak tidak mau makan, anak susah makan, merupakan hal yang cukup membuat saya pusing dan sedih. 
Tapi sejauh ini saya sudah bisa menyimpulkan penyebabnya sehingga berani menulis catatan ini minimal sebagai pengingat jika suatu saat saya lupa.

Hal yang paling penting dalam urusan makan anak ini adalah Aturan Makan.


Intinya adalah Aturan Makan.

Bagi bayi, balita, dan anak-anak aturan makan sangat penting, karena jika ada yang terabaikan maka akan menimbulkan berbagai masalah makan seperti anak menolak makan atau yang biasa disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut) oleh para bunda, anak hanya membiarkan makanan di mulutnya (tidak dikunyah), dan berbagai masalah lain yang membuat para bunda puyeng, sedih, bahkan esmosssi, hehe.

Bunda sedih dan galau sendiri karena anaknya tidak mau makan itu wajar dan baik-baik saja. Asal tidak berlarut-larut hingga depresi. 

Bagaimana Bunda tidak sedih kalau anaknya tidak makan ? . Bundalah yang paling memikirkan kesehatan dan kecukupan nutrisi anak. Bunda juga yang memikirkan menu dan mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyiapkan makanannya. Bunda juga merupakan seseorang yang paling dituntut dan disalahkan ketika anak tidak mau makan dan terlihat kurus.

Pasti Bunda yang paling sering ditanya "sudah makan belum si kecil ini?, "anaknya susah apa nggak makannya ?" , "kok kelihatan kurus ya baby nya ? " dan seterusnya.

Pertanyaan-pertanyaan ini terlihat remeh, tapi jika dilontarkan pada bunda yang sedang pusing dengan aksi GTM anaknya, ditambah si ibu belum makan, belum mandi sehingga badan gak nyaman, lagi menstruasi, lagi kepanasan, lagi gerah, wahhhh awas, bunda bisa banjir air mata, atau berubah menjadi naruto yang musang berekor sembilannya lagi muncul.

Tenang bunda.... tenang...

Berdasarkan pengalaman diriku sendiri, kalau kita terlalu fokus pada "anak tidak mau makan" nanti kita jadi lupa bahagia, lupa bermain yang seru-seru dan lucu-lucu dengan si kecil, karena sibuk sendiri memikirkan menu, lelah masak, dan lain-lain.

Padahal..... ini inti masalahnya. 

Kita mulai dari pembahasan Aturan Makan.

Idealnya aturan makan untuk bayi yang baru mulai mpasi, batita, balita, dan seterusnya adalah:

Jadwal

1. Jadwal makan harus rutin dan teratur

2. Waktu makan harus dibatasi 30 menit, habis tidak habis harus selesai.

3. Tidak ada yang ditawarkan diantara waktu makan selain air putih.

Lingkungan

1. Jangan memaksa anak untuk makan

2. Jangan memberikan makanan sebagai reward

3. Tidak ada distraksi (odong-odong, televisi, handphone, mainan)

Prosedur

1. Berikan dalam porsi kecil

2. Berikan minuman setelah makanan padat

3. Ajak anak untuk makan sendiri dengan pendampingan

4. Bereskan makanan jika anak tidak benar-benar makan setelah 10-15 menit

5. Hentikan proses makan jika anak dalam keadaan marah.

6. Bersihkan mulut dan area makan hanya setelah proses makan selesai 


(sumber : bukunya dokter Meta Hanindita)

gak mungkin aku ngarang dewe

dan aku share karena ini sangat penting, banyak ibu-ibu yang belum tahu, atau baru tahu setelah terjadi masalah makan pada anak (seperti aku). Jadi kalau teman-teman yang sedang persiapan menjadi ibu sudah paham tentang hal ini tentu akan lebih baik, lebih jos, lebih oke, nanti tinggal menerapkan pada si kecil. 

Karena menerapkan ilmu dan pengetahuan kita pada anak-anak itu benar-benar next level dari menerapkan ilmu dan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya sendiri masih terus berusaha menerapkan aturan makan ini. Tapi tentu memiliki pengetahuan tentang permasalahan makan pada anak ini sangat mengurangi "pusing dan galau" saat anak tidak mau makan.

Lanjut pada permasalahan yang dapat menyebabkan aturan makan tidak bisa diterapkan dengan baik (berdasarkan pengalaman pribadi) yang berimbas pada permasalahan makan anak: 

πŸ‘Jadwal makan harus rutin dan teratur. (Aku oke, my baby insyaallah selalu teratur jadwalnya)

πŸ‘ Waktu makan harus dibatasi 30 menit, habis tidak habis harus selesai. (ini aku oke juga, karena my baby ini ya ga sampek 30 menit seringnya memang sudah selesai makannya)

πŸ‘ŽTidak ada yang ditawarkan diantara waktu makan selain air putih. (ini aku masih sering remidi, dulu awal-awal mpasi dia selalu sudah kenyang asi, selain itu anggota keluarga yang lain biasanya yang menawari dia makanan (roti / snack), atau my baby sendiri yang nemu makanan (biasanya dia menemukan kerupuk saat dia main lalu minta makan kerupuk-lanjut minum, kenyang deh dia)

meskipun cuma cuilan-cuilan kerupuk lalu minum, itu sudah menyebabkan dia tidak mau makan

karena perutnya kecil, dia menjadi kenyang, dan dia sendiri juga merasa dia sudah makan

jangankan si kecil, kita saja yang orang dewasa kalau makan kerupuk lalu minum ya full

aku selalu protes kalau Afnan dikasih jajan, makan, bahkan secuil krupuk sebelum waktunya dia makan, apalagi dikasih cemilan disaat aku masih masak, lanjut saat aku menghidangkan makanan buat Afnan dia gak mau (hmmm rasanya seperti dihianati)

hal seperti ini pasti ulang orang-orang terdekat di dalam rumah, padahal ya kalau dipikir-pikir mereka lah yang sering menanyakan ke bunda mengapa si kecil kurus ? tetapi juga mereka sendiri yang merusak jadwal makan dengan memberi snack di luar jadwal makan

tentu bukan karena maksud buruk, tentu hal ini karena sayang, karena kasian si kecil belum makan jadi snack diberikan, karena kasian si kecil ingin kerupuk masak kerupuk aja gak di kasih.

inilah mengapa aturan makan penting diketahui oleh semua orang

bukan hanya para bunda.

kasian dong bunda yang paling memikirkan nutrisi si kecil, tertembak pertanyaan orang-orang, tapi harus menerapkan aturan ini sendirian

idealis sendirian itu sangat melelahkan bund... 😁

lanjut...

πŸ‘Jangan memaksa anak untuk makan (aku pernah pusing banget dan ngomong ke Afnan "mangan o pliiiiiis" wkwkw tapi nggk ah, memaksa anak makan dapat menyebabkan anak takut makan cuy, jangan ya πŸ˜€

πŸ‘Jangan memberikan makanan sebagai reward (alhamdulillah nggk pernah, kalau ke bapaknya mungkin pernah wkwk)

πŸ‘Tidak ada distraksi (odong-odong, televisi, handphone, mainan). Dulu karena aku masih belum paham, Afnan terpapar televisi, aku sedih dan menyesal banget dan gak akan aku ulangi. 

Tidak hanya dalam urusan makan, tapi memang televisi dan berbagai gadget ini harus dihindarkan dari bayi. Bahkan perlu proses ketika aku sudah paham larangan televisi, tapi harus meyakinkan anggota keluarga lain untuk menghindarkan anak dari gadget (Televisi, handphone, bahkan mainan berbatrai).

Ini merupakan tantangan tersendiri bagi banyak bunda, karena di rumah kadang kita tidak sendirian, ada yang main ps, ada yang nonton sinetron penuh tangis dan penderitaan hidup, ada yang nonton wayang, ada yang nonton yutub, nonton orang main game, nonton kpop, dan lain-lain

lanjut....

di bab prosedur insyaAllah aku sudah oke semua, tapi aku ingin menambahkan.

*anak harus dalam posisi duduk, jangan sampai dalam posisi jalan-jalan, lari-lari, di dorong keliling komplek, karena ini bahaya, dapat menyebabkan tersedak, tidak hanya bayi yang bisa tersedak, coba aja makan sambil telentang, sambil lari-lari, mosok gak tersedak masio wong tuek ?πŸ˜–

Mungkin cukup ini saja, semoga bermanfaat. Semoga diriku bisa menulis lagi.

Senin, 27 Juli 2020

Jadi Ibu Rumah Tangga Harus Sabar

Menjadi ibu rumah tangga harus sabar. Itulah yg baru saja saya ucapkan pada diri sendiri. 

Beberapa ibu rumah tangga (yang punya baby) di anugerahi support sistem yang lengkap oleh Allah. 

Support sistem yang saya maksud disini bisa berupa asisten rumah tangga, baby siter, mertua, orang tua, kakak, adik, dan lain-lain.

Banyak pula ibu rumah tangga yang harus menjalankan kewajibannya sendiri tentunya dengan dukungan dari suami. 

Sebelum menikah tampaknya tinggal sehari-hari di dalam rumah tidak pernah membosankan. Kegiatan sehari-hari dalam satu minggu bisa beragam, banyak agenda yang bisa dilakukan. 

Setelah menikah dan punya baby. .hmmm

Waktu untuk diri sendiri menjadi sangat berkurang. 

Bayang-bayang ingin berkarya menghasilkan sesuatu yg bermanfaat sering menghantui.

Ditambah masalah kedisiplinan, waktu berkarya bisa-bisa 0. 

Dulu jaman mahasiswa sering mendengar kalimat "meskipun jadi rumah tangga tetap bisa berkarya asalkan tidak lupa dengan kewajiban utama". 

Ternyata kalimat itu renyah diucap tapi kolot untuk dilaksanakan. 
Harus disiplin ekstra memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin. 

Insyaallah akan ada waktu ketika baby sudah lebih besar. 

Akhirnya untuk menyemangati diri sendiri mencari motivasi tentang pahala menjadi ibu.

Lalu nemu ini di laman republika: 

"Ya Fatimah, jika perempuan menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.''

''Ya Fatimah, jika perempuan berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Jika ia meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya dan mencuci pakaian mereka, Allah akan mencatatkan pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang. Jika perempuan menghalangi hajat para tetangganya, Allah akan menghalanginya dari air telaga Kausar di hari kiamat.''
''Ya Fatimah, hal yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jika suamimu tidak ridha padamu, tidaklah akan aku doakan kamu. Tahukah engkau bahwa ridha suami bernilai lebih di hadapan Allah dan kemarahannya adalah kemarahan Allah?''
Nabi kemudian mengungkapkan segala kebaikan lain yang bakal diraih perempuan sebagai rumah tangga, salah satunya adalah, ''Jika perempuan melayani suaminya sehari semalam dengan baik hati, ikhlas, serta niat yang benar, Allah akan mengampuni semua dosanya dan akan memakaikannya sepersalinan pakaian hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan untuknya seribu pahala haji dan umrah.''

Alhamdulillah lega

Allah SWT memang Maha Baik..